Pages

Monday, April 25, 2016

Berkenalan dengan Ilmu Kimia

1.1 Ruang Lingkup Ilmu Kimia
  • Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
  • Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang :
    • Susunan materi = mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
    • Struktur materi = mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.
    • Sifat materi = mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh susunan dan struktur dari materi tersebut.
    • Perubahan materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
    • Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
  • Ilmu Kimia dikembangkan oleh para ahli kimia untuk menjawab pertanyaan “apa” dan “mengapa” tentang sifat materi yang ada di alam.
  • Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “apa” merupakan suatu fakta yaitu : sifat-sifat materi yang diamati sama oleh setiap orang akan menghasilkan Pengetahuan Deskriptif.
  • Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “mengapa” suatu materi memiliki sifat tertentu akan menghasilkan Pengetahuan Teoritis.

1.2 Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia
  • Pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.
  • Mempunyai kemampuan untuk mengolah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna bagi manusia.
  • Membantu kita dalam rangka pembentukan sikap.
  • Secara khusus, ilmu kimia mempunyai peranan sangat penting dalam bidang : kesehatan, pertanian, peternakan, hukum, biologi, arsitektur dan geologi.
  • Dibalik sumbangannya yang besar bagi kehidupan kita, secara jujur harus diakui bahwa perkembangan ilmu kimia juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia.

1.3 Cabang-Cabang Ilmu Kimia
  • Kimia Analisis = mempelajari tentang analisis bahan-bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk.
  • Kimia Fisik = fokus kajiannya berupa penentuan energi yang menyertai terjadinya reaksi kimia, sifat fisis zat serta perubahan senyawa kimia.
  • Kimia Organik = mempelajari bahan-bahan kimia yang terdapat dalam makhluk hidup.
  • Kimia Anorganik = kebalikan dari kimia organik; mempelajari benda mati.
  • Kimia Lingkungan = mempelajari tentang segala sesuatu yang terjadi di lingkungan, terutama yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan dan cara penanggulangannya.
  • Kimia Inti (Radiokimia) = mempelajari zat-zat radioaktif.
  • Biokimia = cabang ilmu kimia yang sangat erat kaitannya dengan ilmu biologi.
  • Kimia Pangan = mempelajari bagaimana cara meningkatkan mutu bahan pangan.
  • Kimia Farmasi = fokus kajiannya berupa penelitian dan pengembangan bahan-bahan yang mengandung obat.

1.4 Perkembangan Ilmu Kimia
  • Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan mayat).
  • Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi.
    • Menurut Democritus = setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom.
    • Menurut Aristoteles = materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.
  • Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia.
    • Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat.
    • Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778).
  • Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.
  • Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.

1.5 Pengenalan Laboratorium
  • Laboratorium = suatu tempat bagi seorang praktikan untuk melakukan percobaan.
  • Praktikan = orang yang melakukan percobaan / praktikum.
  • Bahan Kimia
Jenis bahan kimia berdasarkan sifatnya :
    • mudah meledak (explosive)
    • pengoksidasi (oxidizing)
    • karsinogenik (carcinogenic : memicu timbulnya sel kanker)
    • berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)
    • mudah menyala (flammable)
    • beracun (toxic)
    • korosif (corrosive)
    • menyebabkan iritasi (irritant)
  • Persiapan kerja di laboratorium :
    • Merencanakan percobaan yang akan dilakukan sebelum memulai praktikum
    • Menggunakan peralatan kerja (kacamata, jas praktikum, sarung tangan dan sepatu tertutup)
    • Bagi wanita yang berambut panjang, diharuskan mengikat rambutnya
    • Dilarang makan, minum dan merokok
    • Menjaga kebersihan meja praktikum dan lingkungan laboratorium
    • Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama sehabis praktikum
    • Bila kulit terkena bahan kimia, jangan digaruk agar tidak menyebar
    • Memastikan bahwa kran gas tidak bocor sewaktu hendak menggunakan bunsen
    • Pastikan bahwa kran air selalu dalam keadaan tertutup sebelum dan sesudah melakukan praktikum

1.6 Teknik Bekerja di Laboratorium

  • Penanganan terhadap bahan kimia :
    • Menghindari kontak langsung dengan bahan kimia
    • Menghindari untuk mencium langsung uap bahan kimia
    • Menggunakan sarung tangan
  • Jika ingin memindahkan bahan kimia :
    • Membaca label bahan kimia (minimal 2 kali)
    • Memindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan
    • Tidak menggunakan secara berlebihan
    • Jika ada sisa, jangan mengembalikan bahan kimia ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi
    • Menggunakan alat yang tidak bersifat korosif untuk memindahkan bahan kimia padat
    • Untuk bahan kimia cair, pindahkan secara hati-hati agar tidak tumpah
  • Jika terkena bahan kimia :
    • Bersikap tenang dan jangan panik
    • Meminta bantuan teman yang ada di dekat Anda
    • Membersihkan bagian yang mengalami kontak langsung (dicuci dengan air bersih)
    • Jangan menggaruk kulit yang terkena bahan kimia
    • Menuju ke tempat yang cukup oksigen
    • Menghubungi paramedis secepatnya
  • Masalah penanganan limbah bahan kimia :
    • Limbah berupa zat organik harus dibuang terpisah agar dapat didaur ulang
    • Limbah cair yang tidak berbahaya dapat langsung dibuang tetapi harus diencerkan dulu dengan menggunakan air secukupnya
    • Limbah cair yang tidak larut dalam air dan limbah beracun harus dikumpulkan dalam botol penampung dan diberi label
    • Limbah padat harus dibuang terpisah karena dapat menyumbat saluran air
    • Sabun, deterjen dan cairan yang tidak berbahaya dalam air dapat langsung dibuang melalui saluran air kotor dan dibilas dengan air secukupnya
    • Gunakan zat / bahan kimia secukupnya

No comments:

Post a Comment